LA TAHZAN - JANGAN BERSEDIH
Puluhan ribu orang berambisi untuk bisa kuliah gratis di STAN/Prodip
Keuangan, puluhan ribu orang pula belum berhasil menikmati pendidikan gratis di
STAN, mungkin ada diantara Anda yang sudah sedikit lega, dengan memiliki nilai
yang cukup untuk mendaftar, tapi jangan terlalu bergembira terlebih dahulu,
karena perjalanan belum usai dan jangan terlalu terlena, agar jika menemui
kegagalan (kesuksesan sedang tertunda), tidak mengalami frustasi.
Sedangkan yang yang nilainya kurang dan tidak bisa mendaftar, ataupun
bahkan yang belum berhasil memperoleh predikat lulus dari bangku SMA, juga tidak
perlu terlalu berkecil hati, coba baca sedikit biografi Einstein, Thomas Alfa
Edison, Purdi Chandra dan masih banyak lagi tokoh dunia yang berhasil dalam
kehidupan dunianya, meskipun prestasi di sekolah kurang cemerlang.
Jadi pada intinya bagaimana mengendalikan nafsu diri kita, bagaimana
bisa menyikapi keadaan, mensyukuri nikmat Allah swt, dan tentunya harus bersabar
jika ada keinginan yang belum terpenuhi. Keberhasilan tidak selalu berarti harus
diterima di STAN, harusnya kita realistis saja, peminat sangat banyak sedang
formasi sangat terbatas, mungkin hanya setengah persen saja.
Masih banyak peluang dan kesempatan di luar sana, menunggu kehadiran
muda-mudi yang bermental baja, menjadi pengusaha, inovator, petani sukses,
pedagang sukses, dan sebagianya sesuai bidang masing-masing. Jalin terus dengan
kawan-kawan, saling berbagi informasi, saling mendukung dan menciptakan
karya-karya baru.
Yang belum berhasil, masih ada kesempatan untuk mencoba lagi tahun
depan, masih ada kesempatan untuk mencoba perguruan tinggi lain, masih ada
kesempatan untuk menjadi pengusaha sukses dan sebagainya.
Sukses dan gagal, jika diibaratkan dalam perjalanan di kereta api,
bisa saja seperti pemandangan kiri kanan rel, sawah hijau membentang,
gunung-gunung tinggi menjulang, air mengalir, pohon-pohon, dan kadang pula
menemui bebatuan terjal, sambungan rel yang renggang, yang sedikit mengurangi
kenyamanan, namun kita tidak terlena dengan keadaan di sekitar perjalanan, itu
bukanlah tujuan, tetapi hanya pemandangan sekejap, tujuannya adalah suatu tempat
stasiun/kota yang masih jauh di seberang sana.
Demikian pula gagal dan berhasil dalam kehidupan adalah sebagai bumbu
pemanis dalam mengarungi bahtera kehidupan, tujuan akhir kita adalah kembali
kepada Allah/Tuhan kita dalam keadaan yang diridhai, dan kebahagian yang tiada
akhir.........selamat berjuang kawan.....(Hartono).
Orang yang sukses
bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tapi orang sukses adalah mereka yang
segera bangkit setelah gagal.
Anda
punya nasehat buat teman2? coba kirim ke
rajawali_cheasindo@yahoo.com